Nasihat Lik Samsul Kepada Saya

Alhamdulillahhirobilalamin kita masih diberi kesehatan dari Allah SWT sehingga pada hari ini kita masih diberi kesempatan hidup, masih sehat, dan masih diberi nikmat keluarga yang lengkap. Dan, hari ini masih dalam nuansa-nuansa lebaran, maka saya mengucapkan minal aidzin wal faizdin mohon maaf lahir dan batin, saya memohon maaf apabila sering berbuat salah kepada anda, semoga anda berkenan memaafkan.

Idul fitri memang selalu menjadi hari yang membahagiakan bagi semua orang, terutama bagi mereka : para orangtua yang sudah sepuh, karena pada momen inilah para putra-putrinya, yang telah sukses, dan telah berkeluarga, bisa menyempatkan diri pulang kerumah dan bertemu dengan bapak-ibunya dan sanak saudara.

Bercerita tentang Idul Fitri kemarin, saya mendapat nasihat yang sangat berarti dari Pak Lik saya. Ketika itu saya diberi nasihat tentang cita-cita, beliau berpesan seperti ini “Mengejar cita-cita itu yang semangat, karena jika tanpa semangat, ya sulit. Dulu, sebelum saya lulus sekolah, saya pengen cepet-cepet selesai sekolah dan jadi tentara, pokoknya tentara, kalo ngga tentara ya saya ngga mau, karena memang saya bisanya tentara, menjadi guru ngga bisa, jadi perangkat desa apalagi, pokonya harus semangat. Setelah semangat, minta restu orangtua dan ibadahnya dibanyakin (puasa, tahajjud, dhuha dll)”. Pak Lik saya yang satu ini memang suka bercerita tentang cita-cita, dan harapan.

Bercita-cita itu harus semangat, setelah semangat, minta doa orangtua dan perbanyak ibadah kepada Allah SWT

Beliau juga memberi nasihat kepada saya “Berdoa kepada Allah itu yang sopan, yang serius. Misalnya saja, kamu minta uang ke ibumu tapi sambil jalan kesana-kesini, ya pasti ibumu bertanya-tanya ‘ini anak serius apa ngga minta uangnya’. Coba kamu minta uang yang serius, duduk dulu, pakai bahasa yang yang baik, ya insyaallah, walaupun kadang-kadang jawabannya : nanti dulu ya, ada keperluanmu yang lebih penting

Nasihat Pak Lik saya ini memang benar, dalam mengejar cita-cita, kita memang harus semangat, saya teringat kata beliau “ngga ada orang yang diterima tentara karena cuma kebetulan, cuma coba-coba, jarang, semua pakai semangat”. Jadi, bagi anda yang sedang mengejar cita-cita, bersemangatlah, ketika rasa kecewa datang, kita harus melawan, keluar rumah, bersosialisasi, jangan mengurung diri. Setelah semangat, tentunya doa dari orangtua, saya sendiri beberapa kali mendapat hal yang diluar dugaan saya karena bantuan doa dari orangtua, termasuk dahulu saya diterima di Unnes, ya itu juga karena doa orangtua, padahal ketika itu saya tidak bisa mengerjakan soalnya sama sekali. Ketika semester 1, essai saya masuk dalam 20 besar juga karena doa orangtua, IPK semester 1 cumlaude karena doa orangtua. So, bagi anda yang masih beruntung mempunyai orangtua, manfaatkanlah kesempatan ini. Ditambah dengan ibadah-ibadah yang lain seperti dhuha, tahajjud, puasa dan tentunya usaha keras kita.

Insyaallah kita akan sukses.

Waallahu a’lam bishawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s