Atur Diri dengan Skala Prioritas

Oleh : Khorido Hidayat

 

Disadari atau tidak, manusia adalah makhluk yang mempunyai banyak sekali kebutuhan dan kepentingan. Mulai dari kepentingan yang sangat mendesak, hingga kepentingan yang sama sekali tidak mendesak. Saking banyaknya kepentingan, kadang kita bingung akan memprioritaskan kepentingan yang mana dan kadang kita malah salah memilih prioritas.

Hal ini memang terlihat sepele, namun apabila kita terus menerus melakukan kebiasaan jelek ini, maka kita akan kehilangan banyak sekali kesempatan yang sebtulnya bisa kita ambil. Kita bisa mengamati dan bertanya kepada diri sendiri, mengapa ada mahasiswa yang dia betul-betul sukses organisasi, kuliah, dan dalam bidang agamanya, namun mengapa pula ada mahasiswa yang mereka kuliah ya seperti itu, seperti tidak ada gairah, dan soal prestasi, jangan ditanya : nol. Mengapa?

Waktu terus berjalan, usia kita semakin berkurang dan status mahasiswa kita hari demi hari berkurang, apa kita mau membiarkan diri kita ini menjadi peraih gelar sarjana yang tidak mempunyai keterampilan apapun? Atau kita akan menjadi sarjana yang matang, mapan dan cerdas secara keseluruhan? Itu ada di tangan kita semua. Allah telah memberikan potensi dan membebaskan kita untuk memanfaatkannya atau tidak.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa memanfaatkan kesempatan yang ada?

Salah satu jawabannya adalah dengan Skala Prioritas

Apa itu skala proiritas? Skala prioritas merupakan sebuah skala yang menunjukkan prioritas -hehe- jangan terlalu teoritis oke, jadi simplenya skala prioritas adalah skala yang menggambarkan sesuatu yang harus kita laksanakan sekarang, besok, atau lusa. Sehingga dengan skala ini, kita bisa lebih mudah memilih mana sesuatu yang harus kita dahulukan dan mana yang mestinya dinomor duakan.

Dibawah ini adalah contoh gambar skala prioritas yang saya ambil dari internet, kita bisa membuat yang lebih kreatif sesuai yang kita mau.

2-skala_

Pedoman pertimbangan skala prioritas :

  1. Tingkat Urgensi

Kita hendaknya menimbang mana yang lebih penting, hanya itu. Penting manakah sebuah cemilan yang melezatkan daripada makanan sehari-hari? Penting manakah sebuah permainan DOTA dengan belajar keras menghadapi UAS? Pertimbangkan dan laksanakan.

  1. Kesempatan yang Dimiliki

Kata orang-orang kesempatan itu tidak dating dua kali, oleh karena itu kita harus bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik. Ya kesempatan. Misalnya kita sedang masa-masa UAS nih, kesempatan untuk belajar ya berati tinggal minggu-minggu ini, dan sedangkan kesempatan untuk bermain DOTA kan bisa minggu-minggu depan. Nah, maka kita harusnya memilih belajar untuk UAS, bukan bermain DOTA.

  1. Pertimbangan Masa Depan

Nah ini dia, masa depan. Kali ini saya tidak mau menyindir penggemar DOTA lagi, hehe. Jadi begini, lebih prospektif mana menabung dengan cara biasa atau dengan cara investasi/menabung dalam bentuk emas? Kalua menurut saya menabung dengan cara investasi, dalam bentuk apapun. Selain kita memang menabung, kita juga belajar bagaimana cara berinvestasi demi masa depan.

 

Itu tadi beberapa cara untuk mengatur hidup kita, karena hidup ini memang harus diatur, siapa yang mengatur? Jawabannya adalah diri kita sendiri. Karena mau jadi pejabat atau gelandangan adalah pilihan kita sendiri. Mau sukses atau tidak adalah pilihan kita sendiri. Mari kita selalu berdoa kepada Allah semoga semua usaha yang kita lakukan bisa berbuah manis pada esok hari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s