Salahkan Kamu Dulu, Baru Oranglain

Dalam hubungan antar teman atau antar masyarakat pasti kita sering bercanda, bercerita, bermain dan tidak menutup kemungkinan juga kita berbuat salah kepada mereka secara sadar atau tidak sadar. Apalagi dalam kegiatan keorganisasian di kampus yang memang selalu tegang ketika sedang menyelenggarakan sebuah acara. Sound belum beres lah, konsumsi belum dipesan lah, uang kurang dan ketegangan-ketegangan lain yang muncul karena tuntutan acara yang harus terselenggara dengan baik.

Sebagai orang yang terlibat dalam suatu organisasi pasti kita sering kesal atau sebal dengan seseorang yang tidak bisa melakukan kerjanya dengan baik “ah orang ini ga bisa kerja bener” atau “dia bisanya cuma iya iya doang ah” yaaa begitulah, apalagi dengan tuntutan yang semakin berat dan deadline waktu yang semakin mepet. Tapi saya ingatkan, jangan terlalu sering menyalahkan orang lain. Karena jangan-jangan justru kamulah penyebab mereka berbuat salah. Lha kok bisa? Misalnya saja nih, dalam acara organisasi seksi konsumsi lupa untuk menganggarkan snack untuk dosen-dosen yang menyebabkan para dosen tidak mendapat snack ketika acara sedang berlangsung. Dalam konteks ini memang sepertinya dialah yang salah. Tapi jika ditarik jauh kebelakang justru mungkin kamulah yang membuat dia berbuat salah. Mereka lupa karena kamu tidak mengingatkannya untuk menganggarkan snack untuk dosen-dosen. Ya? Setuju?

Maka dari itu, didalam islam, kita dianjurkan untuk menyalahkan diri sediri dahulu sebelum kita menyalahkan oranglain. Mengapa? Karena belum tentu kesalahan itu murni karena tangan dia. Selain itu, dengan menyalahkan diri sendiri, kita lebih berkesempatan untuk memperbaiki diri-mengembangkan diri. Karena dari situlah kita belajar. “oh ternyata saya harus mengingatkannya”.

Dahulu ketika saya sedang menjadi ketua dalam acara lomba essai nasional, saya tidak buru-buru menyalahkan teman saya karena progres acaranya hanya itu itu saja –stagnan- mandeg! Saya tidak menyalahkan mereka. Justru saya menyalahkan diri sendiri karena saya yang terlalu santai dalam memimpin teman-teman saya. Dan setelah itu saya memperbaiki diri saya, dengan membuat target-target yang harus dicapai setiap kali rapat. Dan hasilnya bisa dinikmati, acara berlangsung secara lancar.

 

So, stop menyalahkan orang lain. Mari kita menyalahkan diri sendiri dahulu sebelum kita menyalahkan orang lain

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s