Ikhlas Itu Bukan Sedikit Bos!

“Sedekah itu yang ikhlas, percuma kalau sedekah gede tapi ngga ikhlas, mending sedekah sedikit tapi ikhlas, kaya gue”

Pasti kalian pernah dinasihati seperti itu oleh teman kalian, kan? Karena sering dinasihati seperti itu, kita jadi lebih sering sedekah sedikit daripada sedekah banyak “halah yang penting ikhlas” iya?

 

Ssstt, itu ikhlas atau pelit ya? Hihi

Perlu kita renungkan bersama, mengapa kita mengatakan sedekah 50.000 itu besar, tapi ketika uang ini dipakai untuk membeli baju, kita bilang uang ini masih kurang?

Nih nih, yang pacaran. Rela buang-buang uang 100.000 setiap minggu tapi sedekah di masjid 5.000. Iya? Halah ngaku aja, hehehe! Coba aja kalo dibalik, buat pacar 5.000 lalu buat masjid 100.000, wah bagus tuh TOP, pasti besoknya langsung putus, haha

 

Oke, minggu kemarin kalian sudah sedekah berapa?

Mungkin lebih baik dijawab sendiri dan dianalisis sendiri ya, hehe, saya juga mengintrospeksi diri saya sendiri.

 

Kembali kepada ikhlas

Jadi apakah memang ikhlas itu yang seperti itu? Apakah yang namanya ikhlas itu selalu sedikit?

Jika ditinjau dari segi bahasa, ikhlas itu bermakna bersih murni dan khusus, sedangkan jika kita meninjau dari segi istilah, ikhlas mempunyai makna menjadikan tujuan ibadah semata-mata hanya karena Allah.

 

Ikhlas itu harus dipaksa

Tenang, jangan buru-buru berkomentar dong. Maksud “dipaksa” disini adalah kita sendiri yang memaksa untuk ikhlas. Iya. Misalnya nih kita mau sedekah 50.000 sebetulnya kita ngga terlalu rela nih kalau mau kita sedekahin semua, tapi berhubung lagi bulan puasa, kita berani aja, nekad cemplungin uang 50.000 itu ke kotak amal yang ada di masjid, lalu kita didalam hati kita memaksa diri “bismillah, semoga bermanfaat, pokoknya kudu ikhlas”.  Dah, itu yang namanya ikhlas. Kita yang memaksa diri kita sendiri.

Mungkin awalnya ngga rela, tapi pada akhirnya kita akan terbiasa dengan nominal itu ko. Betul. Yang tidak ikhlas itu ketika kita disuruh orang lain untuk bersedekah, dan kita bersedekah nih, tapi niatnya kita adalah mencari perhatian mereka, agar dipuji atau apalah. Itu namanya tidak ikhlas, tapi itu juga sebetulnya sudah baik, betul, daripada kita ngga sedekah?

 

Masalahnya adalah, jika kita terus menunggu ikhlas, kapan ikhlas itu datang? Sampai kita umur 60 tahun pun jika kita tidak terbiasa mengikhlaskan diri, kita akan tidak kunjung menjumpai yang namanya ikhlas itu. Masa udah berumur gitu sedekahnya 2000 mulu. Kencing di pom bensin aja 2000. Masa sedekah di masjid sama kencing di pom bensin harganya sama. Hihi.

Dulu saya juga seperti itu, sedekah 10.000 setiap hari jumat rasanya beratt banget, banyak alasan “beli keperluan ini-itu beli jajan ini-itu”, tapi setelah beberapa kali bersdekah dengan nomilai itu, ya menjadi biasa. Bahkan jika belum bersedekah rasanya ada saja yang kurang. Betul.

Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang materi ikhlas dan sedekah, baca aja tuh buku-bukunya Yusuf Mansur atau Ippho Santosa, inspiring banget dan bakal banyak banfaatnya buat kalian.

 

Ayo paksakan diri untuk sedekah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s